Wednesday, April 2, 2014

Kemudian[dot]com dan Kemudianers

: #np So7 - Bait Pertama



(logo asli Kemudian adalah klip kertas)
posting ini menjadi awal pembukaan April di blogku. sebelumnya kupikir, untuk apa menulis di blog? isinya paling cuma curhatan dan hal-hal sehari-hari. tapi inilah tempat yang paling nyaman setelah mengoleksi buku diary sudah bukan jamannya. dan note Facebook terlalu "oke" untuk dijadiin tempat menulis curhatan. Kemudian.com, apalagi. ehehehehe.

dan soal situs menulis yang lahir pada 16 Desember 2006 itu, punya tempat spesial di hatiku. bukan karena sebagai moderatornya saja, tapi lebih karena di sanalah aku memulai pertemananku di dunia maya. pertemanan dengan orang-orang yang punya minat kurang lebih sama: menulis. aku mendaftar di sana pada Agustus 2007 dan resmi sebagai anggotanya yang dikenal dengan istilah Kemudianers. sekarang sudah 2014. lama juga. aktivitasku, sama dengan yang lain. memangnya apa yang dilakukan orang-orang yang bergabung dalam komunitas menulis?

setelah sekian tahun, situs hijau itu masih seperti dulu. artinya tidak berkembang sama sekali. keadaannya seperti rumah tua bagi membernya yang lama. namun ia selalu baru bagi pendatang. aku melihat geliat member baru itu seperti merasakan kebahagiaan. mereka beraktivitas, membaca, menulis, mengapresiasi seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru: dan bertemu kenalan baru di dunia maya. mereka posting tulisan-tulisannya, mengomentari tulisan-tulisan member lainnya, bertukar pendapat: saling mengapresiasi. begitulah kehidupan di Kerajaan Kemudian, yang mana aku sebut pemiliknya sebagai Paduka Admin. beliau tinggal di Yogya, dan ke kota inilah akhirnya aku berlabuh. tujuan utamaku adalah mengembangkan situs ini. membantu, sebab aku sadar diri pada kemampuan di bidang internet tidaklah memungkinkan. 

Kemudian.com, bisa dibilang sudah melahirkan beberapa penulis yang terkenal. bisa dicoba googling nama-nama-nama mereka, seperti: Windry Ramadhina, Sefryana Khairil, Khrisna Pabhicara, Bamby Cahyadi, Rivai Muhammad, Sungging Raga, Pringadi Abdi Surya, Bernard Batubara, Dewi Kharisma Michellia, dan beberapa nama lagi yang dalam waktu dekat ini muncul ke permukaan dunia kepenulisan. Rio Johan juga sedang mempersiapkan acara rilis bukunya. aku tak bisa menyebutkan semuanya satu per satu, mereka yang sudah menerbitkan buku yang kusebut sebagai babak baru dalam dunia menulisnya. mungkin saja babak akhir. mereka adalah member Kemudian.com. namun benarkah situs hijau ini yang membesarkan mereka? saya ragu. 

ketika bicara tentang hal-hal seputar ini dengan siapa saja, aku selalu mengatakan bahwa Kemudian.com seperti sebuah anak tangga. tidak sepenuhnya benar para penulis yang sudah terkenal dengan masing-masing bukunya di atas "digembleng" kemampuannya di situs Kemudiang.com. tapi bila ada di antara teman-teman saya itu mulai menekuni kepenulisan setelah bergabung di Kerajaan Hijau, ya sah-sah saja. namun, karena situs ini memang baru sebatas komunitas, yang nggak sepenuhnya komunitas juga (karena tidak adanya organisasi yang jelas di tubuhnya), saya berpikir ini adalah sebuah tempat di mana kau akan melompat lebih tinggi lagi. udah berasa lagu Sheila on 7 itu. pendapatku saja. 

seorang Kemudianers, Ayu Welirang, yang juga akhirnya berhasil masuk ke dunia buku cetak, menyatakan ungkapannya bangga karena akhirnya orang-orang yang dulunya Kemudianers akan bergaung namanya di dunia kepenulisan suatu saat nanti. sedikit aku merasa agak terenyuh karena "dulunya Kemudianers" itu. bukan sedih dan ini bukan hal yang penting, selain aku juga bangga teman-temanku itu telah berhasil melompat lebih tinggi. faktanya yang aku lihat adalah mereka, teman-teman penulisku itu, mampu menerbitkan bukunya ketika mereka berada di fase lain. artinya, mereka tidak di Kemudian.com. dengan kata lain, ujian sesungguhnya ada di luar Kerajaan Hijau. dan rata-rata, para penulis yang akhirnya besar namanya itu memang tidak aktif lagi di Kemudian. akun mereka mungkin error karena "prahara" yang sempat menimpa situs tanpa iklan tersebut. alasan lainnya, tentu ketika bukumu lahir, kau akan sibuk dengan itu. berbagi tulisan di situs-situs tidaklah lagi menarik. terlebih berjayanya akun sosial media lain yang lebih punya ruang daripada Kemudian.com.

ini adalah hal biasa. bukan sesuatu yang harus dipandang miris atau membuat bersedih. begitulah. aku sendiri tak yakin, bila akhirnya nanti bisa menerbitkan buku dan beraktivitas di dunia itu, masih bisa aktif di Kemudian.com. mungkin saja aku juga akan lupa, jarang online di sana, dan lebih sibuk beraktivitas di sosmed lain yang lebih personal. ini adalah hal biasa. bila bicara soal harapan, mungkin seperti dalam budaya suku bermarga yang pada anaknya marga itu diwariskan. lalu pada cucunya, cucunya lagi. sampai seterusnya. dengan demikian marga itu abadi. 

aku sendiri masih aktif di Kemudian.com: beraktivitas sama seperti dulu. lebih lagi, karena sebagai moderator aku memang rutin memantau situs tersebut. tidak bisa dibilang merawatnya juga karena aku tahu kemampuanku. mungkin, kau bisa menyebutku sebagai penunggunya saja. suatu saat, kau doakan, aku bisa membuat Kemudian.com ini megah, yang minimal dari sana nantinya para penerbit akan mencari bibit untuk dikembangkan, bila bukan Kerajaan ini sendiri yang akan mencalonkan membernya ke dunia yang lebih luas: buku. kupikir, menyandang status sebagai jejak langkah pertama penulis terlalu kecil untuk Kemudian.com. perempuan hijau ini pantas menyandang nama yang lebih layak. []




Yogya
03.020414.15.55      

2 comments:

  1. Ah... tulisan ini mengingatkan masa-masa saia sangat aktif di kemudian.com di sekitar tahun 2011-2012. Berkat situs itu saia mengenal LCDP Kastil Hijau, sebelum hijrah lebih aktif ke LCDP Kastil Biru di Facebook.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini pasti gegara Om Juno nih yg ngeshare. ahak hak hak.
      saya hampir lupa pernah menulis ini malah :(

      Delete