Showing posts with label orang tua. Show all posts
Showing posts with label orang tua. Show all posts

Sunday, October 25, 2015

Puisi | Cerita Gubuk Terbakar

Cerita Gubuk Terbakar
image from https://lunablogs.wordpress.com



sepasang guru memilih hidup di desa
bolehlah bertanya pada bapak ibu

bagaimana cara mengajar mereka
kini saling mengenal cinta
bapak adalah pelancong jauh
berjuang sendiri mengubah hidup
masa muda yang bergelimang harta
ia tinggalkan dan berdirilah

bolehlah bertanya pada bapak ibu
darimana asalnya

lalu perempuan adalah kekasih
ia memesona pelancong muda itu
hingga pernikahan membawanya ke desa asing
kau tak pernah tahu siapa temanmu bermain
yang kelak pada jemarinya kausematkan cincin
kini hampir tiga puluh tahun, kawan
sepasang kekasih menjadi abdi negeri
selama itu pula hilang dan timbul suaranya
menteri-menteri menyandarkan kaki
namun kitalah tak mengolah pikir
meski setiap pagi melihat anak sendiri
mengenakan sepasang seragam
bersekolah di gedung inpres
di atas tanah yang dulu kita enggankan
pun aku adalah murid selama enam tahun
ditempa olehnya di meja yang sama
tangannya yang kini keriput, kawan
tersebab tanggung jawab demi menggenggamkan
pensil pada buku-buku jari kita
agar kukuh menulis kata yang berbicara
kukisahkan padamu tentang pertunjukkan
malam tadi api membakar sebuah gubuk
di tengah ladang saat mimpi telah larut
entah darimana muncul sang aktor
dongeng yang sewaktu kecil guru bacakan
menjadikannya sebuah kenyataan
lalu api membakar setiap tiang
menjilat-jilat gelap malam
pertunjukan aktor belum berhenti
sebelum tanaman di ladang ia basmi
cabut pedang membaptis dirinya ksatria perang
dan pohon-pohon dituduhnya perangkap
jalang! serang! tebang!
pagi tadi sepasang guru terperanjat
petir kenyataan menyambar saat anaknya
menuliskan cerita tentang bagaimana kita
bertanam dengki di ladang masing-masing
apa yang membuatmu keliru?
sebelum anakmu mengenal guru
kau dan aku duduk bersebelahan lebih dulu
apa yang membuatmu bisu?
setelah kuat tanganmu mencabut pedang
malah ladang pendidikmu yang kau serang
o, kawan
api yang membakar telah menjadi satu
pertunjukkan tak biasa di langit tadi malam
pohon-pohon karet muda rebah tak bersisa
ibuku menangis bapakku marah
tetangga heran dan aku tinggal diam
inikah orang kita?
pelik bagiku menerima kenyataan
tentang bagaimana bibit sudah ditanam
lalu berbuah dengki di gersang ladang
sedangkan ayahku adalah pelancong asing
dibelinya lahan dari SK yang digadaikan
sebab pada mata ibuku terbit masa depan
kelak anak yang dikandung rahimnya
tumbuh memahami beban kehidupan
dan setelah hampir tiga puluh tahun mengabdi
menjadi guru di desa terpencil kita
dia mendapati gubuk kami terbakar hangus tadi pagi
apakah bekas muridnya adalah sang aktor?
atau musim panen datang diam-diam?
ah, kawanku:
bibit unggul yang bapak ibuku tanam
mungkin telah tumbuh cepat dan berbuah
lalu dipatuk sekawanan burung yang entah

02.060812.23.50

Saturday, March 15, 2014

Note: Flying Without Wings


Flying Without Wings adalah lagu Westlife yang ke sekian yang aku dengar. tak banyak, bisa dihitung dengan jari. setelah sebelumnya akrab dengan Queen of My Heart, seorang temanku saat masih kerja sebagai operator warnet di Medan, jadi sering memasang lagu ini di winamp komputer operator. server. akhirnya aku berkenalan dengan salah satu lagu lain Westlife. aku suka, seperti aku suka Queen of My Heart. rasa-rasanya, lagu ini begitu menggugah. namun, saat itu aku hanya penikmat sambil lalu. aku tetap kurang menggemari lagu-lagu Barat walaupun mulai sering mendengarkan yang lain--tapi tak sampai aku coba menghapal apalagi memahami liriknya. Maret 2014, aku mengunduh lagi lagu Flying Without Wings ini dan mendengarkannya sambil beraktivitas di dunia maya. lebih sering. bahkan aku membuat musik instrumentalnya menggunakan aplikasi Fruity Loops--dengan susah payah karena aku tak tahu cara menggunakan versi 10! 

pendengaranku bisa dibilang berat sebelah (harafiah karena daya dengar kedua telingaku berbeda; lebih kuat telinga sebelah kiri). aku sangat menikmati lagu ini, lebih dari saat aku mendengarkannya di masa-masa pertama kali berkenalan. musik yang segar dan genre yang seakan tak lekang dimakan jaman. sampai saat ini--musiknya nikmat saja. atau aku bahkan merasa itu, genre, seakan seperti sebotol wine: makin berumur makin berkelas rasanya. makin nikmat, membuat penggila wine rela menebusnya dengan harga mahal. entahlah. kupikir aku sudah ditelan bulat-bulat oleh tontonanku sendiri. tapi begitulah yang kurasakan dengan musik-musik yang mengiringi lagu-lagu Westlife secara umum. Flying Without Wings, mungkin salah satu yang sesuai seleraku. yang lainnya, kupikir akan mendapat rating berbeda di aplikasi pemutar musik di laptop ini.

liriknya sederhana sekali tapi punya pesan yang wah. tidak sulit memaknainya. ungkapan flying without wings (terbang tanpa sayap) ini pastinya lebih ke terbang melayang kali ya? kebahagiaan yang sempurna. semua orang tahu bahwa terbang tanpa sayap itu adalah naik pesawat, tapi pastilah bukan itu maksudnya. (oh, note ini kalakupand banget!). tidak sulit menemukan maknanya. lagu ini tentang arti kedamaian, menurutku. sesuatu yang semua orang mencarinya. beberapa menyebutnya kebahagiaan, tapi rasa damai itu lebih melegakan, menyeluruh. itulah yang membuat seseorang terbang tanpa sayap yang bukan naik pesawat. 

setiap mendengar lagu ini aku berada di atas sebuah kapal kecil yang mengarungi lautan berombak kecil. keadaan langit cerah, angin bertiup menyegarkan. kau boleh sendirian di sana, tanpa seseorang. tapi kau tetap bisa merasakan damai. itu tentang bagaimana Aku menerima diriKu. saat mendengarkannya, aku membayangkan sedang bernyanyi bersama adik-adikku (kebetulan kami sekeluarga suka menyanyi). terlebih lagi dengan orang tuaku, tentu saja mereka bisa menyanyi. aku melihat lirik lagu ini membawa sesuatu yang menggembirakan, bahwa kedamaian itu wujud sempurna dari cinta. seperti kata liriknya, "some find it in the face of their children, some find it in their lover's eyes." orang tua yang melihat wajah anaknya; pada buah hatinya, darah dagingnya sendiri, adalah cinta yang besar. kasih sayang orang tua pada anak. "beberapa menemukannya pada mata sang kekasih. ya, kau bisa menemukannya di sana. sebaiknya begitu: seseorang menjadi kekasihmu, cinta sejatimu, karena ada kedamaian yang kautemukan saat bersamanya. #petuahbanget.

lirik Flying Without Wings merangkum semua itu dalam satu kata: damai. sesuatu yang dicari semua orang demi melengkapi mereka, menggembirakan mereka; sesuatu yang bisa saja berada di tempat yang tidak terduga. sesuatu yang didapatkan dari berbagi dengan sesama manusia, sesuatu yang harus diperjuangkan, sesuatu yang ketika mungkin kautinggalkan justru membuatmu lengkap, adalah kedamaian. kalau tidak damai, benarkah cinta? kalau tidak damai, benarkah keikhlasan dalam lingkungan sosial? kalau tidak damai, mungkinkah seseorang rela berkorban membantu sesamanya? iya, karena damailah yang membuat orang tua bahagia melihat anaknya, membesarkannya, mendidiknya. damai jugalah yang membuat pasangan bertahan dalam ikatan cinta, janji setia sehidup semati. kupikir damai jugalah yang membuat manusia mengasihi sesama dengan hidup berdampingan, saling membantu, bersahabat, tanpa pandang bulu. damai jugalah yang membuat orang rela meninggalkan sesuatu yang telah dicita-citakannya seperti mimpi dan banyak hal yang sudah dimiliki, yang mana justru membuatnya menjadi utuh ketika ia menerima hal tersebut hilang. berserah.

mungkin aku terlambat mendengarkan karya bagus Westlife ini, tapi aku yakin memang begitulah. karena saat seperti saat inilah aku bisa lebih menikmati lagu ini. membuatku tergugah, semakin merindu, dan bersyukur diam-diam aku masih punya kesempatan. aku jadi teringat orang tuaku, abang dan adik-adikku, orang-orang terdekatku, mereka yang pernah membantuku--sekecil apapun bantuan mereka--, aku teringat anjing peliharaanku, teringat mereka yang pernah kusakiti, kukecewakan. dan tentu, aku selalu ingat satu orang yang istimewa. well, for me it's waking up besides you; to watch the sunrise on your face, to know that I can say I love at any given time or place. dan itu akan kupastikan :) ***





Yogyakarta
06.150414.04.20

P.S.
baris ini some find it sharing every morning, kedengaran seperti ucapan syukur kan? apa hanya aku yang merasa? sharing every morning. berbagi setiap pagi hanya bisa dilakukan ketika seseorang bersyukur--masih menemui pagi? ini tentang tuhan, sepertinya. ah, aku anggap saja begitu :)